RESTORASI PASAK FIBER DAN PORCELAIN FUSED TO METAL PADA FRAKTUR GIGI INSISIF RAHANG ATAS PASCA PERAWATAN ENDODONTIK

Deli Mona, Endang Sukartini

Abstract


Gigi yang telah dirawat endodontik  mempunyai masalah tersendiri, cenderung lebih lemah karena pengangkatan dentin dan berkurang kandungan kelembabannya sehingga memerlukan perawatan restorasi pasak dan mahkota. Prinsip pembuatan restorasi harus dapat mengembalikan fungsi, estetis dan pembagian beban kunyah yang merata sehingga baik gigi maupun mahkotanya dapat digunakan dan bertahan lama dalam rongga mulut. Laporan kasus ini mengenai pasien wanita usia 23 tahun dengan riwayat trauma kecelakaan kendaraan bermotor. Gigi 11,12,21 fraktur sampai 2/3 mahkota disertai pulpa yang terbuka. Diagnosis gigi 11,12,21 adalah pulpitis irreversibel dan rencana perawatan gigi 11,12,21 adalah perawatan saluran akar satu kali kunjungan, pemasangan pasak fiber dan restorasi porcelain fused to metal. Pada kunjungan pertama dilakukan preparasi akses dengan tehnik crown down  dan saluran akar diisi dengan gutta percha dan sealer AH 26 dengan tehnik kondensasi lateral. Pemasangan pasak fiber dilakukan pada kunjungan selanjutnya dan disementasi dengan resin dual cured. Pembuatan inti mahkota dilakukan dengan resin komposit dan dibuat porcelain fused to metal yang diinsersikan setelah kontrol 1 minggu. Salah satu cara yang digunakan dalam kasus ini adalah dengan menggunakan prefabricated glass fiber post, hal ini dikarenakan biokompatibel, lebih elastik, memiliki modulus elastisitas yang menyerupai dentin. Tekanan yang ditransmisikan oleh pasak ke dentin lebih rendah sehingga dapat meminimalisir terjadinya fraktur akar. Hasil perawatan dan restorasi baik, tidak terdapat keluhan pasien dan giginva di sekitar gigi normal. Restorasi pasca perawatan dapat dilakukan dengan beberapa tehnik, salah satunya dengan menggunakan pasak dan porcelain fused to metal dapat menghasilkan restorasi yang baik.

Kata kunci : Fiber post, porcelain fused to metal, perawatan endodontic


Full Text:

PDF

References


Andreasen JO, Andreasen FM. Text book and colour atlas of traumatic injuries to the teeth.3rd ed. St.Louis, MO: Mosby;1994

Bakland LK. Endodontic considerations in dental trauma. In: Ingle JI, Bakland LK, eds. Endodontics. 5thed. London : BC Decker Inc;2002.P.795-844

Grossmann LI, Oliet s, del rio CE. Ilmu endodontik dalam praktek. 11th ed. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 1995, h.196-380

Nair, P.N.R. Advanced endodontics, Farmington, Connecticut, 2008, USA.P.(226-227),P(288).

Walton T.R. A 10 –year longitudinal study of fixed prosthodontics : Clinical characteristic and outcome of single-unit metal ceramic crown. International Journal of Prosthodontics. 1999.P 519-26.

Hubalkova H.et al,.A two-year clinical study of metal-ceramic and metal-polymer crowns. Praque Medical Report Journal Vol 105, 2004. P.13-20

Walton, Torabinejad. Prinsip dan praktek ilmu endodonsia. Edisi ke-2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG; 1998

Weine FS. Endodontic Therapy. 5th ed. St.Louis, Boltimoure, Boston, Chichago, Tokyo: Mosby 1996.

Bence R. Restorasi sesudah perawatan endodontic klinik, UIP 1990.257-276

Walton RE, Torabinejad.2001. Principles and technique of endodontics 3thed. Philadelphia WB.Saunder.

Patil, R.2002. Esthetic dentistry. An artist's Science. 1st ed. India: PR Pub.P.91-92

Shilingburg, H.T.Hobo, S. Whitsett, L.D. Jacobi, R. Brackett, S.E.1997. Fundamentals of fixed Prostodontics. 3th ed. Quitessence Pub. Co,Inc.




DOI: http://dx.doi.org/10.25077/adj.1.1.%25p.2013