HUBUNGAN PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DENGAN STATUS KARIES GIGI SISWA KELAS 1 SMP 1 MUHAMMADIYAH KECAMATAN PADANG TIMUR KOTA PADANG

  • Lendrawati Lendrawati Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
  • Dio Ervan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
  • Detty Iryani Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
Keywords: karies gigi, DMF-T, status karies gigi, pemeliharaan kesehatan gigi.

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh demineralisasi email dan dentin yang berkaitan dengan konsumsi makanan kariogenik. Karies terjadi karena adanya interaksi antara host, agen, substrat dan waktu. Perilaku pemeliharaan kesehatan gigi merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemeliharaan kesehatan gigi dengan status karies gigi pada siswa kelas 1 Sekolah Menengah Pertama.Penelitian ini menggunakan rancangan Cross Sectional Study. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas 1 SMP 1 Muhammadiyah Kecamatan Padang Timur Kota Padang sebanyak 120 orang, menggunakan metode Total Sampling. Pemeliharaan kesehatan gigi dilakukan dengan pengisian kuisioner oleh responden penelitian dan status karies gigi diperiksa dengan menggunakan indeks DMF-T. Analisa statistik dilakukan dengan uji Chi-Square. Sebanyak 54,2% siswa memiliki pemeliharaan kesehatan gigi kategori baik dan 55,8% siswa memiliki status karies gigi kategori rendah. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemeliharaan kesehatan gigi dengan status karies gigi, nilai p= 0,00 (p< 0,05). Terdapat hubungan antara pemeliharaan kesehatan gigi dengan status karies gigi. Pemeliharaan kesehatan gigi siswa kelas 1 SMP 1 Muhammadiyah Kota Padang baik dan status karies gigi rendah.

References

Worotitjan, Indri dkk (2013). Pengalaman Karies Gigi serta Pola Makan Dan Minum Pada Anak Sekolah Dasar Di Desa Kiawa Kecamatan Kawangkan Utara. Jurnal e-Gigi (eg) Vol 1(1), 59-68. Manado.

Sari dkk (2012). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Simulasi Menggosok Gigi Teknik Modifikasi Bass Dengan Ketrampilan Dan Kebersihan Gigi Mulut Pada Anak Mi At-Taufiq Kelas V. Indonesian Journal of Community Health Nursing vol 1 (1). Surabaya.

Depertemen Kesehatan RI (2008). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007. Depkes. Jakarta.

Wala dkk (2013). Gambaran Status Karies Gigi Anak Usia11- 12 Tahun Pada Keluarga Pemegang Jaskesmas di Kelurahan Tumatangtang I Kecamatan Tomohon Selatan. [Artikel Ilmiah]. Manado.

Hidayanti, Lilik (2005). Hubungan Karakteristik Keluarga Dan Kebiasaan Konsumsi Makan Kariogenik Dengan Keparahan Karies Gigi Anak Sekolah Dasar. [Tesis]. Universitas Diponegoro

Jovina, Tince Arniati (2010). Pengaruh Kebiasaan Menyikat Gigi Terhadap Status Pengalaman Karies Riskesdas 2007. [Tesis]. Universitas Indonesia.

Sari dkk (2012). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Simulasi Menggosok Gigi Teknik Modifikasi Bass Dengan Ketrampilan Dan Kebersihan Gigi Mulut Pada Anak Mi At-Taufiq Kelas V. Indonesian Journal of Community Health Nursing vol 1 (1). Surabaya.

Pradita dkk (2013). Perbedaan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Sekolah Dasar di Kota (SDN Purwantoro 1 Malang) dan di desa (SDN Sukopuro 3 Kabupaten Malang). Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Pintauli, Sondang dan Hamada, Taizo (2008). Menuju Gigi dan Mulut Sehat Pencegahan dan Pemeliharaan. USU Press. Medan.

Barus, Dumasari (2009). Hubungan Kebiasaan Makan Dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dengan Karies Gigi Pada Anak SD 060935 Di Jalan Pintu Air Simpang Gudang Kota Medan Tahun 2008. [Skripsi]. USU.

Sihite, Jesica N (2011). Hubungan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Pengalaman Karies Dan Indeks Oral Hygiene Pada Murid Smp. [Skripsi]. FKG USU. Medan.

Dinas Kesehatan Kota Padang (2013). Laporan Tahunan Kesehatan Gigi dan Mulut. Dinkes Kota Padang. Padang.

Puskesmas Andalas (2013). Laporan Hasil Skrening Kesehatan Murid SD Negeri Puskesmas Andalas Tahun 2013. Padang.

Angela, Ami (2005). Pencegahan Primer pada Anak yang Beresiko Karies Tinggi. Maj. Ked.Gigi (Dent. J.)Vol 38 (3) Hal 130-134. Medan.

Noviani, Nita (2010). Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Status Karies Gigi (DMFT) Santri Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor tahun 2010. [Tesis]. Universitas Indonesia.

Bachtiar dkk (2005). Peran Buah dan Sayur dalam menurunkan keparahan karies gigi pada anak.[Artikel Ilmiah]. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi Tasikmalaya.

Almeida dkk (2008). Saliva Composition and Functions: A Comprehensive review. The Journal of Contemporary Dental Practice Vol 9 (3) Hal 1-11.

Loveren C, Decker RT (2003). Sugar and dental caries. Am J Clin Nur.

Hiremath, SS (2011). Textbook of Preventive and Community Dentistry. Elsevier. India.

Notohartojo dkk (2011). Nilai Karies Gigi pada Karyawan Kawasan Industry di Pulo Gadung Jakarta. Media Litbang Kesehatan Vol 21 (4) hal 166-175. Jakarta.

Tarigan (2013). Karies Gigi Edisi 2. EGC. Jakarta.

Published
2015-03-18
How to Cite
Lendrawati, L., Ervan, D., & Iryani, D. (2015). HUBUNGAN PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DENGAN STATUS KARIES GIGI SISWA KELAS 1 SMP 1 MUHAMMADIYAH KECAMATAN PADANG TIMUR KOTA PADANG. Andalas Dental Journal, 3(1), 1-9. Retrieved from http://adj.fkg.unand.ac.id/index.php/ADJ/article/view/30